Dirut BPJS Disorot Usai Sebut Biaya Kesehatan Mahal: Dibayar Pajak, Bukan Kalian yang Bayar!

9 hours ago 3
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menjawab pertanyaan pada sesi wawancara khusus dengan Kantor Berita ANTARA di Antara Heritage Center, Jakarta, Selasa (4/2/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/Spt

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Polemik BPJS Kesehatan terus menggelinding. Usai penonaktifan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) BPJS Kesehatan, kini pernyataan Direktur Utama (Dirut) BPJS yang jadi sorotan.

Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyebut banyak pihak yang salah perspsi. Dianggap kesehatan murah padahal mahal.

Pernyataan itu yang disorot publik. Netizen di media sosial menegaskan, meskipun kesehatan mahal, yang membayar rakyat sendiri.

“Dibayar pajak pak, selain itu dibayar iuran pengguna juga. Jadi bukan kalian yang bayar,” kata seorang warganet di Instagram.

Adapula yang tak terima dengan pernyataan tersebut. Karena selama ini merasa rajin membayar iuran BPJS.

“Pak saya bayar bpjs kelas 1 tiap bulan 1 KK. SAYA TERSINGGUNG SAMA UCAPAN BAPAK,” ujar warganet.

“Apa dia kira Rakyat tidak bayar pajak dan tidak bayar iuran BPJS?” kata warganet lainnya.

Cuap-cuap Dirut BPJS

Pernyaataan Ghufran itu, diungkapkan dalam rapat konsultasi bersama Wakil Ketua DPR di Ruagn Rapat Komisi V. Berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/12/2026).

"Nah, yang sering salah persepsi, dikira kesehatan itu murah, gratis. Padahal kesehatan itu mahal. Cuma ada yang bayarin, begitu," kata Ghufron.

Dia mengatakan, BPJS Kesehatan langsung dinaungi Presiden. Tidak berdiri di bawah kementerian atau lembaga.

"Nah, memang dananya ini, yang miskin itu diberikan oleh pemerintah, sedangkan yang tidak miskin ya itu urunan, bayar sendiri. Itu kalau yang kerja 1 persen, pemberi kerja 4 persen. Pemerintah sebagai pemberi kerja PNS, itu bayar 4 persen, PNS-nya dipotong 1 persen, seperti itu," jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |