Tahun Ini NU dan Muhammadiyah Berpotensi Salat Idulfitri di Hari yang Sama

5 hours ago 1
Salat Berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 sebentar lagi. Kemungkinan Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah lebaran di hari yang sama terbukan.

Itu berdasarkan perhitungan hisab yang dihimpun Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama. Kemungkinan jadih pada 19 Maret 2026.

Di tanggal itu, ketinggian hilal di sejumlah wilayah diperkirakan telah mencapai sekitar 3 derajat.

Dikutip dari Radar Tuban, Tim Ahli BHR Kemenag Tuban, Kasdikin mengatakan, sejumlah daerah di wilayah barat Indonesia diprediksi memiliki ketinggian hilal yang relatif lebih tinggi. Seperti Medan, Aceh, Padang, dan Jambi.

“Jika melihat itu tentunya Lebarannya bisa bareng,” ujar Kasdikin kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Meski demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria yang disepakati dalam forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Dalam kesepakatan tersebut, pergantian bulan hijriah ditetapkan jika ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi—jarak sudut antara bulan dan matahari—mencapai 6,4 derajat.

Menurut Kasdikin, meski ketinggian hilal di beberapa wilayah sudah mendekati 3 derajat, nilai elongasinya belum memenuhi syarat.

“Karena meski ketinggian hilal 3 derajat, elongasinya belum sampai 6 derajat. Seperti di Medan elongasi hanya sekitar 5 derajat,” kata kepala KUA Rengel itu.

Karena itu, penetapan 1 Syawal masih bergantung pada hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah pada 19 Maret.

Pemerintah nantinya akan menentukan apakah tetap menggunakan kriteria MABIMS secara penuh atau mempertimbangkan ketinggian hilal yang telah mencapai 3 derajat di sejumlah wilayah.

Read Entire Article
Relationship |