Komentar Pedas Alvaro Arbeloa Usai Real Madrid Gugur di UCL 2026, Wasit Menghancurkan Pertandingan yang Indah di Munchen

8 hours ago 5
Duel Perempatfinal Real Madrid vs Bayen Munchen (dok Instagram FC Bayen)

FAJAR.CO.ID, MUNCHEN – Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, meluapkan kemarahannya terhadap kepemimpinan wasit Slavko Vincic usai timnya disingkirkan Bayern Munchen secara dramatis di babak perempat final UEFA Champions League (UCL) 2025/2026. Arbeloa menilai keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Eduardo Camavinga sebagai sebuah kekeliruan fatal yang "menghancurkan" jalannya pertandingan.

Dalam laga leg kedua yang berlangsung di Allianz Arena, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB, Real Madrid sebenarnya sempat memegang kendali. Hingga pertengahan babak kedua, Los Blancos memimpin dengan skor 3-2.

Namun, situasi berubah 180 derajat setelah Eduardo Camavinga diusir keluar lapangan pada menit ke-86. Kekalahan jumlah pemain membuat Madrid rapuh dan akhirnya kebobolan dua gol di menit-menit akhir, menutup laga dengan kekalahan 3-4 (Agregat 4-6).

Insiden bermula ketika Camavinga melakukan pelanggaran terhadap striker Bayern, Harry Kane. Gelandang asal Prancis tersebut terlihat mencoba menahan bola sesaat setelah peluit berbunyi. Wasit Slavko Vincic kemudian mengacungkan kartu kuning kedua bagi Camavinga, yang berarti kartu merah.

Arbeloa menilai Vincic pada awalnya tidak menyadari bahwa Camavinga sudah mengantongi satu kartu kuning sebelumnya.

Ia menuding keputusan wasit diambil hanya karena adanya "tekanan" atau pengingat dari para pemain Bayern Munchen di lapangan.

"Saya kira dia mendapat kartu justru karena itu, karena pemain-pemain Bayern harus mengingatkannya kalau itu adalah kartu (kuning) kedua," ujar Arbeloa seperti dilansir dari Football Espana, Kamis (16/4/2026).

Lebih lanjut, mantan bek legendaris Real Madrid itu mempertimbangkan bahwa tindakan Camavinga bukanlah sebuah pelanggaran yang layak diganjar kartu kuning kedua. Ia melontarkan kritik pedas terhadap pemahaman wasit mengenai dinamika di atas lapangan hijau.

"Tapi itu bukan kartu kuning. Saya tidak tahu, atau dia belum pernah main sepak bola ... atau saya tidak tahu," sindir Arbeloa dengan nada kecewa.

Menurut Arbeloa, dampak dari kartu merah tersebut sangat krusial karena terjadi di menit-menit akhir saat Madrid sedang berjuang mempertahankan keunggulan agregat. Ia menyebut wasit melakukan "kesalahan ganda" karena ketidaktahuannya mengenai status kartu pemain.

"Saya kira ini semakin parah karena dia tidak tahu dia (Camavinga) sudah dapat kartu kuning, karena ini kesalahan ganda. Dia menghancurkan pertandingan yang indah," tegas Arbeloa dalam sesi konferensi pers usai laga.

Gagal Melaju ke Semifinal

Kekalahan ini memastikan langkah Real Madrid terhenti di fase delapan besar, sekaligus memutus mimpi mereka untuk merengkuh trofi Liga Champions musim ini.

Tanpa Camavinga di jantung pertahanan pada menit-menit kritis, lini belakang Madrid tampak kewalahan menghadapi gempuran Bayern yang didukung penuh oleh publik Allianz Arena.

Meski Real Madrid sempat menunjukkan perlawanan gigih melalui gol-gol dari Kylian Mbappé dan Arda Güler, ketimpangan jumlah pemain di akhir laga menjadi faktor penentu.

Sebaliknya bagi Bayern Munchen, hasil ini membawa skuat asuhan Thomas Tuchel melaju ke babak semifinal dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangi duel bertajuk "El Clasico" versi Eropa tersebut.

Hingga saat ini, pihak UEFA belum memberikan pernyataan resmi terkait protes yang dilayangkan pihak Real Madrid.

Namun, kekalahan ini dipastikan akan menyisakan duka mendalam bagi penggemar Los Blancos yang menganggap kepemimpinan wasit Slavko Vincic sebagai noda dalam pertandingan yang seharusnya menjadi salah satu yang terbaik musim ini.

Read Entire Article
Relationship |