Soal Dapur MBG Bermasalah, Teddy Gusnaidi: Jangan Tutup Program karena Satu Dua Kesalahan

7 hours ago 4
Waketum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Polemik seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perbincangan panas setelah Waketum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, kembali pasang badan mengenai kontroversi kualitas dan standar gizi program tersebut.

Teddy menyinggung sorotan yang dianggap tidak seimbang terkait MBG.

Ia mempertanyakan mengapa sorotan publik hanya mengarah pada dapur MBG yang bermasalah, sementara dapur yang memenuhi standar gizi jarang disorot.

“Kenapa kalian tidak posting, MBG yang sesuai standar gizi? Kenapa hanya yang tidak standar gizi, itupun diragukan kebenarannya,” ujar Teddy, seperti dikutip fajar.co.id, Kamis (26/2/2026).

Dikatakan Teddy, pemerintah dan DPR telah menindaklanjuti dapur MBG yang terbukti bermasalah.

Beberapa sudah diberhentikan, dan yang lainnya sedang dalam proses evaluasi.

Ia menekankan bahwa masalah oknum tidak seharusnya dijadikan alasan menutup seluruh program.

“Mosok karena ada dapur MBG yang nakal lalu programnya ditutup? Ibarat karena ada kecelakaan di jalan tol, lalu jalan tolnya ditutup. Itu sakit jiwa akut namanya,” tegasnya.

Program vs Oknum, Perspektif Ahli

Menanggapi pernyataan Teddy, Pegiat politik, ekonomi, dan sosial, Arif Wicaksono, menyinggung desain program MBG yang dinilai bermasalah.

Ia menekankan bahwa masalah bukan hanya soal oknum, tetapi bisa menjadi cermin rancangan program yang perlu diperbaiki.

“Ibarat oknum tapi banyak, ini bukan lagi salah oknum tapi salah mendesain program," ucap Arif.

Arif bilang, mestinya pemerintah melalui BGN tidak perlu malu atau gengsi untuk melakukan perbaikan.

Read Entire Article
Relationship |