Said Didu Desak Prabowo Hukum Berat Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

8 hours ago 6
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis sosial, Muhammad Said Didu, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Desakan itu disampaikan menyusul penangkapan empat anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Minta Dalang Dibuka

Mantan sekretaris BUMN itu menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan saja.

“Bapak Presiden Prabowo yang terhormat, mohon dalang atau otak penyiraman ini dibuka, dihukum seberat-beratnya,” ujar Said Didu dikutip fajar.co.id, Kamis (19/3/2026).

Ia menekankan, pengungkapan aktor intelektual menjadi kunci agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Dugaan Keterlibatan Aparat

Dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus ini menjadi perhatian serius. Said Didu mengingatkan bahwa hal tersebut berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Dikatakan pria kelahiran Kabupaten Pinrang ini, proses hukum harus berjalan transparan dan tidak tebang pilih, meskipun pelaku berasal dari lingkungan militer.

Singgung Era Jokowi

Lebih kauh, Said Didu juga menyinggung pemerintahan sebelumnya di bawah Joko Widodo.

Ia berharap penanganan kasus kali ini tidak mengulang pola yang dinilainya terjadi di masa lalu.

“Jangan seperti rezim Jokowi, justru menaikkan pangkat dan jabatan aparat yang lakukan kriminalisasi,” tegasnya.

Empat Prajurit TNI Tersangka

Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI resmi menahan empat anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI.

Read Entire Article
Relationship |