Repons Munculnya GMKR, Amien Rais: Pak Prabowo, Anda Jangan Pernah Menjadi Mr. Neto

10 hours ago 1
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais kembali angkat suara tentang kondisi kekinian dan masa depan Indonesia. Dia mengaku bersyukur dengan munculnya sejumlah tokoh yang memikirkan masa depan Indonesia.

"Alhamdulillah di tengah kepengapan dan kegagapan ataupun kebingungan bangsa dalam membaca masa depan Indonesia, muncul tokoh-tokoh bangsa dari kalangan sipil maupun militer yang mengibarkan bendera perlunya perubahan. Mereka menggagas pendirian GMKR, gerakan merebut kembali kedaulatan rakyat. Jadi merebut kembali berarti kedaulatan rakyat atau people sovereign day sedang terbenam, harus dipulihkan kembali," jelas Amien Rais.

Amien Rais lantas mengungkap adanya kekuatan mafia dan oligarki yang sedang menindas suara rakyat dan hak-hak rakyat. Para pendiri GMKR itu mengkhawatirkan kedaulatan rakyat bisa dikatakan sudah roboh. Karena pemilik kekuatan atau kedaulatan sudah bukan di tangan rakyat, tapi sudah direnggut oleh para bajingan mafioso yang berhasil sampai cukup jauh dalam menggusur rakyat dari kedaulatan yang dimilikinya.

Dia menjelaskan, secara formal ofisial rakyat masih berdaulat, tetapi real, substansial hakikatnya itu kedaulatan itu sudah dipegang kembali oleh para oligari laknat yang telah menjadi penguasa sejati dan menguasai sumber daya alam milik bangsa Indonesia.

Sejak era Jokowi, negara atau pemerintahan tidak lagi menjadi penguasa atas nama rakyat dalam mengelola dan melindungi sumber daya alam milik bangsa Indonesia. "Tetapi oleh rezim Jokowi yang bodoh dan dungu dipersembahkan pada korporatokrasi dan konglomerasi asing. Nah, celakanya ya, kebanyakan wakil rakyat di DPR, tidak semua tapi cukup banyak dan juga anggota DPD yang hampir semuanya cukup cerdas dan terdidik. Tidak mau berpikir bahwa terlalu banyak korporasi ekstraktif asing yang siang malam menggarong kekayaan alam kita itu ya," jelas Amien Rais dikutip dari chanel youtubenya, Minggu (8/2/2026).

Sehingga kata dia, bangsa Indonesia sudah tidak menjadi tuan di rumah sendiri. Sebaliknya korporasi asing itu yang menjadi tuan. Sementara rakyat Indonesia sendiri telah menjadi budak atau kuli. "Kita telah meremehkan wanti-wanti Bung Karno. Bung Karno telah berkata kurang lebih jika kita tidak awas dan malas, kemerdekaan kita ataupun kedaulatan kita bisa hilang dan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli," tandasnya.

Misalnya di bidang pertambangan emas dan tembaga. Ada Freeport McMoRan dari Amerika di Papua. Ada Vale S.A dari Brazil yang mengeduk nikel kita di Surowako. Kemudian juga perusahaan dari China mengangkut nikel di Teluk Weda di pesisir timur Pulau Halmahira dan sejumlah perusahaan asing lainnya. "Jangan lupa nikel terbesar itu ada di Halmahira bukan di tempat lain," katanya.

Dia menyebut, di mata perusahaan-perusahaan asing tersebut, bangsa Indonesia dan pemerintahannya dianggap lemah dan tolol. "Seolah tidak terbersih di pikiran kita orang Indonesia, bahasa Indonesia untuk melindungi kekayaan alam itu yang seharusnya memang oleh Allah diperuntukkan untuk bangsa Indonesia sendiri ya. Mengapa? Karena itu di tanah air kita ya, di teritori kita. Seolah kita ini maaf menjadi ya menjadi dungu tadi. Oleh karena itu, Saudara-saudara, kita perlu bahkan harus mendukung tokoh sipil dan militer para purnawirawan yang membikin gerakan merebut kembali keatan rakyat dari tangan oligarki," tandas Amien Rais.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |