Prof Henri: Yang Anggap Kritik sebagai Ancaman, Dialah Ancaman Itu Sendiri

12 hours ago 5
Prof Henry Subiakto. (IST/RDR.BJN)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan yang menyebut kritik terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto sebagai ancaman mendapat respons keras dari kalangan akademisi.

Akademisi Ingatkan Bahaya Pelabelan Negatif

Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga (Unair), Prof Henri Subiakto, menganggap cara pandang tersebut justru berbahaya bagi iklim demokrasi.

Hal itu disampaikan Henri merespons sorotan terhadap Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang dianggap sebagai ancaman setelah mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dikatakan Henri, kritik yang disampaikan mahasiswa lahir dari kepedulian terhadap bangsa, bukan bentuk permusuhan terhadap negara.

“Orang yang mengritik pemimpin negara karena peduli pada bangsanya lalu dianggap sebagai ancaman dan antek asing. Maka yang bicara begitu adalah bagian dari ancaman itu sendiri,” ujar Henri dikutip fajar.co.id melalui cuitannya (26/2/2026).

Lanjut dia, pelabelan negatif terhadap mahasiswa yang bersuara kritis justru menunjukkan kemunduran dalam cara berdemokrasi.

Demokrasi Butuh Suara Kritis

Dalam negara demokratis, kata dia, kritik adalah bagian dari kontrol publik terhadap kekuasaan.

Henri bahkan mengaku bangga dengan keberanian mahasiswa yang tetap menyuarakan pandangannya secara terbuka.

“Saya senang dengan mahasiswa yang cerdas dan berani,” imbuhnya.

Ia menyebut sosok seperti Tiyo Ardianto dapat menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk aktif menyampaikan aspirasi secara rasional dan bertanggung jawab.

“Mahasiswa seperti Tiyo Ardianto ini bisa jadi lokomotif atau role model bagi anak muda lain untuk ikut aktif dan berani menyuarakan akal sehat. Menjadi bagian dari kepedulian terhadap bangsanya,” tandasnya.

Read Entire Article
Relationship |