Perjanjian Dagang Indonesia-Amerika Serikat, WALHI: Ini Mengorbankan Kedaulatan atas SDA

8 hours ago 3
Penandatanganan kesepakatan dagang tarif resiprokal oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. (Dok. White House)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memberikan kecaman soal perjanjian dagang antara Indonesia-Amerika Serikat.

Lewat salah satu unggahan di media sosial X resmi dari WALHI alasam terkait kecaman yang dilayangkan ini pun dijelaskan.

Menurut mereka adanya perjanjian dagang ini sebagai tindakan inkonstitusional dan menghilangkan kedaulatan ekologi Indonesia.

“WALHI menegaskan bahwa Perjanjian Dagang Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang ditandatangani oleh Prabowo Subianto dan Donald J. Trump, merupakan bentuk tindakan inkonstitusional dan menghilangkan kedaulatan ekologi Indonesia,” tulis keterangan di akun tersebut dikutip Kamis (26/2).

Dengan adanya perjanjian dagang antara Indonesia-Amerika Serikat itu WALHI menyebut ini sebagai tindakan untuk mengorbankan kedaulatan Indonesia.

Kedaulatan yang dimaksud terkair sumber daya alam (SDA) dan secara langsung hadirnya perjanjian ini disebut sebagai upaya atau tindakan perampasan ruang hidup rakyat.

“Perjanjian ini mengorbankan kedaulatan Indonesia atas sumber daya alam dan melanggengkan perampasan ruang hidup rakyat,” jelasnya.

Masa Depan Jadi Terancam

Dengan adanya eskalasi ekstraksi sumber daya alam yang terus diperbesar, generasi selanjutnya hampir pasti tidak bisa menikmati lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Padahal, ini adalah sebuah bagian dari hak asasi manusia yang harus dipenuhi negara.

Dimana terdapat 47 jenis mineral kritis yang sebagian besar berada di seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh sampai tanah Papua.

Read Entire Article
Relationship |