Pengamat Sebut Wacana Pemakzulan Prabowo-Gibran Bukan Sekadar Manuver Politik

9 hours ago 6
Prabowo-Gibran. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Isu pemakzulan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat di ruang publik.

Pengamat politik, Heru Subagia, menyebut wacana tersebut bukan sekadar manuver politik, melainkan berkaitan dengan kondisi legitimasi politik dan ekonomi yang disebutnya semakin tertekan.

Menurutnya, dinamika ini mulai berkembang seiring munculnya berbagai pernyataan tokoh serta perdebatan di media sosial mengenai kemungkinan pergantian kekuasaan.

Dikatakan Heru, isu pemakzulan bukan hanya sekadar rumor politik, tetapi mulai dijadikan bahan konsolidasi oleh sejumlah kelompok.

"Isu dan juga pergerakan pemakzulan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran kembali mencuat. Saya menilai wacana ini bukan sekadar manuver politik," ujar Heru kepada fajar.co.id, Selasa (7/4/2026).

Lanjut dia, dorongan tersebut muncul sebagai refleksi dari krisis legitimasi dan tekanan ekonomi yang disebut semakin terasa.

"Melainkan refleksi dari krisis legitimasi dan ekonomi yang kian nyata dan dijadikan alasan atau dalil kuat menggalang kekuatan rakyat dan melakukan penggusuran kekuasaan," ucapnya.

Polemik Pernyataan Saiful Mujani

Heru juga menyinggung reaksi keras dari pendukung pemerintah setelah muncul pernyataan dari lembaga survei yang memicu perdebatan.

Ia menyebut elit partai pendukung hingga relawan disebut bereaksi terhadap pernyataan yang dianggap mendorong pencopotan presiden.

"Elit-elit partai pendukung dan para relawan serta buzzernya Prabowo-Gibran sudah merasa kebakaran jenggot ketika lembaga survei seperti Saiful Mujani mengatakan bahwa ketika Presiden sudah tidak bisa dinasihati, satu-satunya cara adalah mencopotnya. Bahasa vulgarnya people power harus segera digelar," katanya.

Read Entire Article
Relationship |