Mengungkap Seesaw Relationship, Dinamika Kate Middleton dan Meghan Markle yang Akrab Antar Wanita

7 hours ago 2

ringkasan

  • "Seesaw relationship" adalah dinamika di mana satu wanita diangkat dan yang lain direndahkan, menciptakan persaingan yang merugikan keduanya.
  • Fenomena ini sering berakar pada "patrimonarchy", sebuah sistem di mana pria diuntungkan dari perpecahan di antara wanita.
  • Hubungan Kate Middleton dan Meghan Markle menjadi contoh nyata "seesaw relationship" yang disorot.

Fimela.com, Jakarta - Hubungan antarwanita, terutama di mata publik, sering kali menjadi sorotan dan perbandingan yang intens. Fenomena yang dikenal sebagai "seesaw relationship" menggambarkan dinamika di mana satu wanita diangkat sementara yang lain direndahkan, menciptakan persaingan yang merugikan kedua belah pihak. Dinamika ini, yang kerap terjadi di berbagai lapisan masyarakat, menemukan contoh nyatanya pada hubungan antara Kate Middleton dan Meghan Markle.

Penulis Charlotte Cripps dari Independent.co.uk menyoroti bagaimana narasi publik kerap membentuk perbandingan yang tidak adil. Ia mengamati, "Kate yang tak tercela diangkat sebagai kontras dengan Meghan yang cacat, sebuah hasil yang merugikan kedua wanita." Ironisnya, hal ini terjadi "bahkan jika Kate sendiri telah memainkan peran cerdas dalam menciptakan citra publiknya." Namun, Cripps menegaskan bahwa dinamika ini jauh lebih umum daripada yang terlihat pada bangsawan.

Memahami Dinamika "Seesaw Relationship"

Fenomena "seesaw relationship" bukan hanya terjadi di kalangan figur publik atau kerajaan. Charlotte Cripps, penulis artikel, berpendapat bahwa sebagian besar wanita pernah mengalami dinamika serupa dalam hidup mereka. Hal ini bisa terjadi dalam lingkaran pertemanan, lingkungan keluarga, maupun di tempat kerja.

Cripps lebih lanjut menjelaskan bahwa dinamika naik-turun ini juga sering terjadi di antara teman-teman dan rekan kerja. Artinya, persaingan yang merugikan ini tidak terbatas pada sorotan media, melainkan meresap ke dalam interaksi sehari-hari wanita.

Dampak dari "seesaw relationship" ini sangat merugikan, karena secara fundamental menciptakan perpecahan. Ketika satu wanita dipuji dan yang lain direndahkan, fokus bergeser dari potensi kolaborasi menjadi rivalitas yang tidak sehat, menghambat kemajuan kolektif.

Akar Masalah: Pengaruh "Patrimonarchy"

Menurut Cripps, akar penyebab utama dari "seesaw relationship" ini adalah "patrimonarchy," sebuah sistem sosial di mana pria mendapatkan keuntungan dari perpecahan di antara wanita. Sistem ini secara implisit mendorong wanita untuk bersaing satu sama lain.

Ia menjelaskan, "Pria berkembang ketika wanita terpecah, itulah sebabnya hal ini terjadi pada begitu banyak orang." Ini menunjukkan bahwa perpecahan antarwanita bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari struktur kekuasaan yang lebih besar yang diuntungkan dari situasi tersebut.

Persaingan antarwanita seringkali merupakan bentuk manipulasi yang mengalihkan perhatian dari ketidaksetaraan gender struktural yang lebih besar. Cripps menyoroti, "Dengan menjaga perhatian wanita terpaku pada persaingan, kita menjadi terdistraksi dari ketidaksetaraan gender struktural. Dengan berfokus dan bersaing satu sama lain, kita tidak menantang struktur kekuasaan yang berkembang pesat dengan menjaga kita tetap pada tempatnya."

Dari Bangsawan hingga Lingkaran Sosial: Contoh dan Sejarah

Hubungan antara Kate Middleton dan Meghan Markle seringkali menjadi contoh nyata dari "seesaw relationship" ini. Dalam narasi publik, mereka sering diposisikan sebagai dua kutub yang berlawanan, dengan satu dianggap "baik" dan yang lain "buruk", meskipun realitasnya lebih kompleks.

Cripps menegaskan bahwa Kate dan Meghan "tidak pernah memiliki kesempatan untuk menjadi sebuah tim karena 'patrimonarchy'." Ini mengindikasikan bahwa perpecahan di antara mereka mungkin bukan sepenuhnya pilihan pribadi, melainkan hasil dari sistem yang lebih besar yang memaksa perbandingan dan persaingan.

Sejarawan Catherine Mayer, yang dikutip dalam artikel tersebut, menyebutkan korban-korban lain dari "patrimonarchy" sepanjang sejarah. Ini termasuk istri-istri Henry VIII, Ratu Elizabeth I dan Mary, Ratu Skotlandia, serta Diana dan Ratu Camilla. Contoh-contoh historis ini menunjukkan bahwa dinamika "seesaw relationship" telah ada selama berabad-abad, terus-menerus memecah belah wanita demi mempertahankan struktur kekuasaan tertentu.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Relationship |