Lebaran 2026 Bisa Beda! MUI Minta Umat Tunggu Sidang Isbat Kemenag

10 hours ago 5

Fajar.co.id – Potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai mencuat. Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis, mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah.

Imbauan tersebut disampaikan Cholil Nafis melalui unggahannya di platform X pada Selasa (17/3/2026). Ia menegaskan bahwa perbedaan penentuan Lebaran merupakan hal yang wajar, mengingat adanya metode berbeda dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

“Berbeda itu pasti karena sudah ada yang mengumumkan tanggal 20 Maret dan ada yang sudah menetapkan 21 Maret 2026 Hari Raya Idul Fitri, tapi sebagian ada yang berpotensi lebaran bareng. Pastinya, tunggu hasil sidang isbat Kemenag RI,” tulisnya.

Dua Tanggal Lebaran 2026 Muncul

Sejumlah pihak telah lebih dulu menetapkan tanggal Idul Fitri 2026. Organisasi Islam Muhammadiyah, misalnya, telah menentukan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026 berdasarkan metode hisab atau perhitungan astronomi.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia belum menetapkan secara resmi dan masih menunggu hasil sidang isbat yang menggabungkan metode hisab dan rukyat (pengamatan hilal).

Perbedaan ini berpotensi membuat sebagian umat Islam merayakan Lebaran pada tanggal yang berbeda, yakni antara 20 dan 21 Maret 2026.

Mengapa Perbedaan Bisa Terjadi?

Dalam praktiknya, penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia memang kerap diwarnai perbedaan. Hal ini disebabkan oleh dua pendekatan utama:

  • Hisab: Penentuan berdasarkan perhitungan astronomi
  • Rukyat: Penentuan berdasarkan pengamatan hilal secara langsung

Muhammadiyah menggunakan metode hisab dengan kriteria tertentu, sehingga tanggal dapat ditetapkan jauh hari sebelumnya.

Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan pendekatan kombinasi, yaitu hasil hisab yang dikonfirmasi melalui rukyat di berbagai titik pemantauan hilal di Indonesia.

Perbedaan kriteria inilah yang kerap memunculkan potensi perbedaan awal Ramadan maupun Idul Fitri.

Read Entire Article
Relationship |