Kematian Khamenei Picu Suksesi Kepemimpinan di Iran: Ini Calon Penggantinya

16 hours ago 5
Ayatollah Ali Khamenei (paling kanan) telah tewas setelah diserang AS dan Israel. (Foto/X @khamenei_ir)

FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi, mengakhiri masa pemerintahannya yang hampir 37 tahun. Kematian Khamenei memicu pertanyaan besar mengenai siapa yang akan menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi Iran selanjutnya, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

Presiden AS Donald Trump dan media pemerintah Iran mengonfirmasi berita duka ini pada Minggu (1/3/2026).

Sebagai bentuk penghormatan, Iran mengumumkan 40 hari masa berkabung resmi dan tujuh hari libur nasional.

Trump bahkan menuding Khamenei sebagai "salah satu orang paling jahat dalam sejarah" dan menegaskan bahwa intelijen AS, bekerja sama erat dengan Israel, berhasil memusnahkan sejumlah pemimpin termasuk Khamenei.

Strategi Suksesi dan Kandidat Utama Pengganti Khamenei

Menurut laporan New York Times, pengganti Khamenei haruslah seorang ulama dan cendekiawan Syiah senior yang ditunjuk oleh Majelis Pakar, komite ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi. Dalam wawancara dengan enam pejabat senior Iran, terungkap tiga kandidat utama yang disukai Khamenei untuk meneruskan estafet kepemimpinan: Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i, kepala peradilan; Ali Asghar Hejazi, kepala staf Khamenei; dan Hassan Khomeini, ulama moderat sekaligus cucu pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Selain itu, ada Hashem Hosseini Bushehri, ulama senior yang memiliki koneksi kuat ke Majelis Pakar dan lembaga kunci lain dalam proses suksesi. Sementara itu, putra kedua Khamenei, Mojtaba, dinilai memiliki peluang tipis karena sang ayah pernah menegaskan bahwa jabatan tidak akan diwariskan secara turun-temurun.

Read Entire Article
Relationship |