Jusuf Kalla: Perang Dunia Kini Ditentukan Teknologi, Bukan Lagi Jumlah Tentara

5 hours ago 3
Jusuf Kalla

FAJAR.CO.ID - Dalam era konflik global yang semakin kompleks, teknologi telah menjadi faktor utama yang menentukan kemenangan sebuah negara dalam peperangan, bukan lagi jumlah pasukan yang dimiliki. Pernyataan ini disampaikan oleh Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, yang menegaskan pentingnya penguasaan sains dan teknologi bagi masa depan bangsa, terutama bagi kalangan akademisi.

Perang Modern dan Teknologi: Perubahan Paradigma

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa pola perang di abad ke-21 berbeda jauh dengan perang dunia sebelumnya. "Ini penting untuk para akademisi. Kalau dulu perang dunia pertama, kedua, perang itu antara orang. Amerika menerima sekutu, menerima dia, menyerang Jerman yang siap-siap. Sekarang tidak lagi. Sekarang ini perang di dunia ini, perang teknologi. Jadi, kalau kita, Anda semua di sini ingin menguatkan negara, teknologilah yang memenangkan suatu bangsa," katanya saat berbicara pada Senin (9/3/2026).

Lebih lanjut, ia menyoroti bagaimana serangan dalam konflik modern tidak lagi bergantung pada jumlah batalion atau tentara yang berhadapan langsung, melainkan pada kemampuan teknologi seperti roket, drone, dan bom canggih. "Yang menang selalu yang menguasai teknologi. Bukan lagi banyak-banyaknya batalion, bukan lagi banyak-banyaknya tentara. Tidak lagi. Tapi yang memenangkan berapa kau punya roket, berapa balistik, berapa drone, berapa tank," jelasnya.

Dampak Teknologi pada Korban Konflik dan Contoh Kasus Nyata

Jusuf Kalla juga menyoroti sisi kelam dari kemajuan teknologi militer yang menyebabkan banyaknya korban sipil dan militer akibat serangan jarak jauh. "Orang Palestina, orang Iran meninggal bukan karena ditembak, karena roket, karena drone, karena bom. Bukan orang lagi. Hampir 100 orang meninggal di Iran karena roket," bebernya.

Read Entire Article
Relationship |