Iran Tegaskan Siap Hadapi AS dan Israel, Kutuk Serangan Mematikan di Sekolah Minab

3 hours ago 3
Ilustrasi

FAJAR.CO.ID - Iran menegaskan kesiapan penuh menghadapi segala kemungkinan konfrontasi dengan Amerika Serikat dan Israel, terutama menyusul agresi militer yang terjadi sejak 28 Februari lalu. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negaranya tidak akan tunduk atau menunjukkan rasa takut terhadap potensi invasi darat AS, dan siap mempertahankan kedaulatannya dengan segala cara.

Kesiapan Militer dan Komitmen Melawan Agresi

Araghchi menegaskan bahwa militer Iran, khususnya angkatan darat, telah mempersiapkan diri untuk menghadapi skenario terburuk sekalipun. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi perang yang melibatkan AS dan Israel sebagai agresor utama.

"Tidak, kami menunggu mereka," katanya kepada NBC News dalam wawancara eksklusif dari Teheran, menepis anggapan bahwa Iran takut akan kemungkinan invasi darat AS.

"Kami yakin bahwa kami dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka," jelas Araghchi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Iran belum pernah meminta gencatan senjata, termasuk pada perang singkat selama 12 hari di Juni tahun lalu ketika fasilitas nuklir Iran menjadi sasaran serangan AS dan Israel.

"Kami bahkan tidak meminta gencatan senjata pada saat itu," bebernya. "Justru Israel yang meminta gencatan senjata setelah 12 hari kami melawan agresi mereka."

Kutukan atas Serangan Sekolah di Minab

Selain menyoroti kesiapan militer, Araghchi juga mengutuk keras serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap sebuah sekolah di Minab, yang menewaskan sekitar 171 anak-anak.

"Inilah yang dikatakan militer kami. Jadi, entah AS atau Israel. Apa bedanya?" katanya, membebankan sepenuhnya tanggung jawab atas tragedi tersebut kepada militer kedua negara.

Read Entire Article
Relationship |