Indonesia Perkuat Diplomasi Kesehatan Mata Global Lewat Deklarasi Sight 2030 di India

9 hours ago 3
Ketua Umum PP PERDAMI Hadiri Annual Meeting AIOS di India, Teken Deklarasi Sight 2030 dan Terima Penghargaan.

FAJAR.CO.ID, INDIA -- Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemain aktif dalam pencegahan kebutaan global melalui partisipasi strategis dalam Annual Meeting All India Ophthalmological Society (AIOS) 2026 yang berlangsung di Jaipur, India, pada 12-15 Maret 2026.

Kehadiran Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Dokter Mata Indonesia (PP PERDAMI), Prof Budu Mannyu, sebagai guest faculty yang diundang resmi oleh Chairperson Scientific Committee AIOS Prof (Dr) Namrata Sharma, menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat kerja sama regional dan internasional di bidang kesehatan mata.

Penandatanganan Deklarasi Sight 2030 dan Penghargaan Internasional

Dalam forum tersebut, Budu bersama perwakilan Indonesia di International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB), Dr dr Yeni Dwi Lestari, menandatangani deklarasi bersama negara-negara seperti India, Nepal, dan Sri Lanka. Deklarasi ini merupakan bagian dari gerakan Sight 2030 yang bertujuan memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menekan angka kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah melalui penguatan layanan kesehatan mata, edukasi, dan dukungan kelembagaan.

"Upaya pemberantasan kebutaan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antarnegara, antarorganisasi profesi, dan jejaring internasional agar target Sight 2030 dapat tercapai," jelas Budu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, melalui pesan Whatsapp pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Selain itu, Budu menerima penghargaan atas dedikasi dan kepeduliannya dalam mendorong upaya pemberantasan kebutaan selama memimpin PERDAMI. Penghargaan ini menjadi pengakuan internasional atas konsistensi Indonesia dalam memperkuat pelayanan, edukasi, dan advokasi kebijakan di bidang kesehatan mata.

Read Entire Article
Relationship |