Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bercengkrama bersama Presiden AS Donald Trump di Halaman Selatan Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (15/9/2020), setelah penandatanganan dokumen Abraham Accords, yang menormalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara tetangga Timur Tengah, dalam penyelarasan strategis negara-negara Timur Tengah untuk melawan Iran. REUTERS/Tom Brenner/AWW/djo
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Hubungan antara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan mulai menunjukkan ketegangan serius setelah serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Tel Aviv terhadap puluhan depot bahan bakar di Iran. Operasi militer tersebut tidak hanya memicu kekhawatiran geopolitik baru di Timur Tengah, tetapi juga memunculkan perselisihan pertama antara kedua sekutu utama tersebut sejak konflik terhadap Republik Islam Iran meningkat dalam sepekan terakhir.
Serangan udara yang terjadi pada Sabtu itu menargetkan sekitar 30 depot bahan bakar di berbagai wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Ledakan dan kebakaran besar dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi, memunculkan kepulan asap tebal yang terlihat dari jarak bermil-mil. Operasi tersebut langsung menjadi sorotan internasional karena skala serangannya dinilai jauh lebih luas dibandingkan dengan koordinasi awal yang sebelumnya diinformasikan Israel kepada Washington.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat mengaku terkejut dengan besarnya operasi militer tersebut. Mereka menyebut bahwa pemberitahuan yang sebelumnya diberikan Israel tidak mencerminkan skala serangan yang pada akhirnya dilakukan di lapangan.
Seorang pejabat AS menyatakan bahwa para petinggi militer Amerika tidak menyangka bahwa target serangan akan meluas hingga menyasar infrastruktur energi yang berpotensi berdampak pada masyarakat sipil Iran. Bahkan, salah satu pejabat senior di Washington menilai langkah tersebut bukanlah strategi yang tepat.
"Gedung Putih dilaporkan sangat khawatir bahwa serangan terhadap infrastruktur yang digunakan oleh warga sipil Iran akan menjadi bumerang secara strategis. AS memperingatkan bahwa tindakan Israel ini berpotensi menyatukan opini publik Iran untuk mendukung pemerintah mereka, sekaligus memberikan tekanan hebat pada harga energi dunia," ujar pejabat itu dikutip Al Mayadeen, Senin, dikutip Selasa (10/3/2026).


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454056/original/015229200_1766547906-Depositphotos_782894422_XL.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949345/original/036688600_1726886704-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5078834/original/053198600_1736145412-Snapinsta.app_472764086_594485743344386_219401360653937722_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328749/original/063853200_1756266193-Depositphotos_557968310_XL.jpg)


