Hendri Satrio Soroti Darurat Komunikasi Pemerintahan Prabowo, Pejabat Diminta Dekat dengan Rakyat, Bukan Debat dengan Rakyat

12 hours ago 4
Analis komunikasi politik Hendri Satrio

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pejabat publik seharusnya tampil lebih dekat dengan masyarakat ketimbang sibuk merespons kritik publik dengan nada debat atau jawaban yang terkesan elitis. Menurutnya, di tengah tingginya sensitivitas publik saat ini, kehadiran pejabat yang membumi dan terasa nyata manfaatnya justru jauh lebih dibutuhkan, meski langkah tersebut berisiko dicap sebagai pencitraan.

Pandangan itu disampaikan Hendri Satrio, atau yang akrab disapa Hensa, saat menyoroti pola komunikasi pejabat publik di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, problem utama yang sedang terjadi bukan sekadar soal narasi, melainkan soal jarak antara elite pemerintahan dengan masyarakat yang kian terasa lebar.

Bagi Hensa, tudingan pencitraan terhadap pejabat yang turun langsung ke masyarakat tidak perlu terlalu dipersoalkan selama tindakan tersebut benar-benar memberi manfaat nyata. Dalam situasi ekonomi dan sosial yang menuntut kehadiran negara lebih terasa, menurutnya, publik lebih membutuhkan pejabat yang hadir langsung di tengah rakyat daripada sekadar tampil piawai berbicara di ruang publik.

“Tidak ada salahnya seperti itu, kalau memang bagus dan bermanfaat buat rakyat ya dituduh melakukan pencitraan juga tidak apa-apa,” kata Hensa kepada wartawan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa dalam konteks komunikasi politik modern, persepsi publik tak lagi hanya dibentuk oleh kemampuan pejabat menyusun pernyataan formal, tetapi juga oleh tindakan yang terlihat, sederhana, dan menyentuh langsung kebutuhan warga. Hensa melihat, publik saat ini cenderung lebih menghargai gestur kedekatan dibanding respons-respons verbal yang defensif.

Read Entire Article
Relationship |