Gus Hilmi Tegur Bahlil: Kemuliaan Lailatul Qadar Tidak Pantas Dijadikan Bahan Candaan

5 hours ago 1
Bahlil Lahadalia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang berkelakar soal Lailatul Qadar menuai perhatian publik.

Candaan tersebut mendapat tanggapan langsung dari cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi.

Seperti diketahui, Bahlil sempat menyebut bahwa bagi Partai Golkar, “Lailatul Qadar” diibaratkan sebagai momen ketika jumlah kursi partai bertambah.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial.

Gus Hilmi Ingatkan Soal Kesakralan Lailatul Qadar

Menanggapi hal itu, Gus Hilmi Firdausi mengingatkan agar pejabat publik lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terlebih jika menyangkut hal yang dianggap sakral dalam ajaran Islam.

“Kemuliaan Lailatul Qodar tidak pantas dijadikan bahan bercanda Pak Menteri," ujar Gus Hilmi kepada fajar.co.id, Sabtu (7/3/2026).

Ia kemudian meminta agar pejabat publik, tidak terkecuali Bahlil, agar tetap berhati-hati dalam memilih materi candaan.

"Mohon sebagai pejabat publik lebih hati-hati dalam berucap," imbuhnya.

Gus Hilmi bilang, Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat dimuliakan dalam Islam, sehingga tidak selayaknya dijadikan bahan kelakar dalam konteks politik.

"Syukur-syukur anda mau klarifikasi dan minta maaf," kuncinya.

Sorotan Publik di Media Sosial

Pernyataan Bahlil sendiri menuai beragam reaksi dari publik. Sebagian menganggapnya hanya sebagai candaan politik, namun tidak sedikit pula yang menilai ucapan tersebut kurang tepat karena menyentuh hal yang bersifat religius.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Bahlil Lahadalia terkait kritik yang disampaikan Gus Hilmi Firdausi tersebut.

Read Entire Article
Relationship |