Gus Hilmi Kritik Kebijakan Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Usul MBG Diliburkan Saja

8 hours ago 5

FAJAR.CO.ID - Kebijakan pemerintah yang akan menerapkan sistem pembelajaran daring mulai April 2026 sebagai upaya efisiensi bahan bakar minyak (BBM) menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Cendekiawan Nahdlatul Ulama, Gus Hilmi Firdausi. Ia mempertanyakan logika di balik kebijakan tersebut, terutama karena program MBG (Mata Pelajaran Bimbingan Guru) tetap berjalan meski siswa belajar dari rumah.

"Sekolah daring demi efisiensi BBM, tapi MBG tetap berjalan itu bagaimana caranya?" kata Gus Hilmi saat ditemui pada Senin (23/3/2026).

Ketidaksinkronan Kebijakan dan Usulan Alternatif

Gus Hilmi menilai kebijakan ini tidak sinkron jika tujuan utamanya adalah penghematan energi. Ia bingung dengan mekanisme pelaksanaan program MBG apabila siswa mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah. Ia pun mengusulkan agar program MBG diliburkan sementara jika memang ingin menghemat BBM, namun kegiatan belajar tetap dilakukan secara tatap muka.

"Kenapa nggak MBGnya yang libur dulu demi efisiensi, siswanya tetap sekolah luring?" tandasnya.

Langkah Efisiensi Pemerintah dan Tantangan Pelaksanaan

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan wacana pembelajaran daring sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menekan pasokan energi dunia. Rapat koordinasi lintas kementerian juga membahas penerapan skema kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN), mengacu pada pengalaman pengaturan mobilitas saat pandemi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data agar tidak mengganggu layanan publik, termasuk sektor pendidikan.

Read Entire Article
Relationship |