Dituduh Tak Mau Rukun hingga Cari Jabatan, PDIP Ungkap Permainan Narasi soal Megawati

4 hours ago 3
Megawati dan Prabowo bertemu

Fajar.co.id — Pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri kembali menjadi sorotan publik. Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menilai dinamika tersebut kerap dibingkai secara negatif oleh pihak tertentu.

Menurut Guntur, pertemuan maupun ketidakhadiran Megawati dalam sejumlah agenda kerap dipelintir menjadi tuduhan yang tidak berdasar.

“Ketika Ibu Megawati tidak hadir dalam pertemuan 3 Maret karena agenda partai di Bali, muncul tudingan tidak mau rukun. Namun saat beliau bertemu Presiden Prabowo pada 19 Maret, narasinya berubah seolah-olah meminta kekuasaan,” ujarnya.

Narasi Berubah-ubah, Dinilai Tidak Objektif

Guntur menilai, framing semacam itu menunjukkan adanya upaya membangun opini negatif secara konsisten, baik saat pertemuan terjadi maupun tidak.

“Bertemu atau tidak bertemu selalu ditarik ke tafsir yang aneh-aneh. Padahal hubungan keduanya sudah terjalin lama dan pertemuan bukan hal baru,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa publik seharusnya tidak terjebak pada spekulasi berlebihan atas dinamika politik yang sebenarnya wajar.

PDIP Tegaskan Posisi di Luar Pemerintahan

Lebih lanjut, Guntur menegaskan bahwa hingga saat ini PDI Perjuangan tetap berada di luar pemerintahan.

Posisi tersebut, kata dia, merupakan keputusan resmi partai yang telah ditetapkan dalam forum internal seperti Kongres VI 2025 dan Rakernas I 2026.

“Peran kami jelas, sebagai kekuatan penyeimbang dalam demokrasi. Kami menjalankan fungsi checks and balances,” jelasnya.

“Dua Sahabat Lama, Beda Posisi”

Guntur menggambarkan hubungan Megawati dan Prabowo sebagai “dua sahabat lama” yang kini berada dalam posisi berbeda.

Read Entire Article
Relationship |