Dayat Piliang: Abu Janda Bukan Cuma Nyebelin, tapi Penyakit Demokrasi

7 hours ago 1
penulis dan pengamat sosial, Dayat Piliang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Insiden pengusiran pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda dari forum diskusi televisi Rakyat Bersuara masih menjadi perbincangan luas di ruang publik.

Perdebatan yang awalnya membahas dampak konflik Timur Tengah itu berubah memanas setelah Abu Janda melontarkan kata-kata kasar.

Kata-kata tidak pantas itu ditunjukkan Abu Janda kepada sejumlah narasumber, termasuk Prof Ikrar Nusa Bhakti dan pakar hukum tata negara Feri Amsari.

Peristiwa tersebut memantik kritik dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari penulis dan pengamat sosial, Dayat Piliang.

Ia menegaskan bahwa kejadian itu menjadi gambaran menurunnya kualitas etika dalam diskusi publik.

Minta Abu Janda Diblacklist dari Forum Diskusi

Dayat menilai gaya debat yang ditunjukkan Abu Janda dalam forum tersebut tidak mencerminkan diskusi yang sehat.

Lanjut Dayat, ruang dialog publik seharusnya diisi dengan pertukaran gagasan yang beradab dan berbasis argumentasi.

Karena itu, ia menegaskan bahwa sosok yang kerap memancing keributan tidak layak lagi diberi panggung dalam forum diskusi.

“Abu Janda sudah seharusnya di-blacklist dari semua panggung diskusi,” ujar Dayat dikutip fajar.co.id, Rabu (11/3/2026).

Merusak Kualitas Diskusi

Lebih lanjut, Dayat melihat bahwa dalam sejumlah forum diskusi memang kerap muncul figur yang berperan layaknya pemancing suasana atau bahkan sekadar penghibur.

Namun menurutnya, hal itu masih berbeda dengan apa yang terjadi dalam kasus Abu Janda.

“Firdaus Oiwobo, Pitra, dan sejenisnya yang berperan sebagai badut diskusi memanglah menyebalkan,” timpalnya.

Read Entire Article
Relationship |