Dampak Krisis Energi dan Politik, Prabowo Undang Mantan Pemimpin untuk Redam Tekanan

9 hours ago 3
Prabowo bersama sejumlah tokoh nasional. (INT)

FAJAR.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Presiden dan Wakil Presiden, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan Jusuf Kalla, ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa malam (3/3/2026). Langkah ini bukan semata-mata untuk konsolidasi kebangsaan, melainkan mencerminkan kegelisahan politik dan ekonomi yang tengah melanda pemerintah saat ini.

Pengamat ekonomi dan politik Heru Subagia menilai bahwa situasi tersebut membuat Prabowo merasa perlu merangkul tokoh-tokoh nasional guna meredam tekanan yang muncul. "Saya melihat bahwa urgensi yang sangat mendesak Prabowo, bukan dalam kacamata kesadaran berbangsa dan bernegara," katanya kepada fajar.co.id, Jumat (6/3/2026).

Heru menegaskan, "Tetapi lebih mencerminkan bagaimana ketakutan yang sangat mendesak dirasakan dan akhirnya menyertakan mendesak untuk menjemput bola dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional."

Langkah Prabowo ini juga terkait dengan kritik keras terhadap pemerintah mengenai isu BoP (Balance of Power). Heru menjelaskan bahwa BoP awalnya dirancang sebagai upaya mendorong perdamaian, namun kini dianggap bergeser arah menjadi bantalan bagi Amerika dalam mendukung serangan Israel-Amerika ke Iran.

"Saya cermati urgensi Prabowo melibatkan para mantan Presiden dan Wapres ini ada kaitannya saat ini Prabowo dihujat keras dalam hubungannya dengan BoP," katanya.

Heru menambahkan, "Pada akhirnya banyak pihak mendorong BoP ditinggalkan Indonesia sebagai sikap mewakili keseluruhan rakyat Indonesia."

Konflik antara Israel dan Iran di Timur Tengah yang kini berkecamuk berpotensi mengganggu suplai energi global, khususnya bahan bakar minyak (BBM). Kawasan Timur Tengah sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi dunia karena menjadi sumber utama pasokan energi.

Read Entire Article
Relationship |