Pencari Kerja (Ilustrasi)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mencari pekerjaan di era digital jauh lebih mudah dan praktis. Banyak situs lowongan kerja, media sosial, dan platform daring yang menampilkan ribuan lowongan setiap harinya. Namun, di balik kemudahan itu, banyak yang terjerumus dalam jebakan baru: lowongan kerja palsu.
Untuk membantu pencari kerja mengurangi risiko tertipu lowongan kerja palsu sekaligus menghemat waktu pencarian, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnnaker) mengintegrasikan Karirhub dengan job portal swasta.
Lewat langkah ini, masyarakat bisa mengakses lowongan dari berbagai sumber dalam satu platform, tanpa harus berpindah- pindah aplikasi atau situs.
Karirhub menjadi pintu masuk yang memudahkan pencari kerja. Informasi lowongan kerja makin terpusat, sumbernya jelas, dan lowongan yang ditampilkan diverifikasi oleh Pusat Pasar Kerja Kemnaker agar masyarakat lebih terlindungi.
"Selain itu, pelamar bisa memilih jalur melamar Yang paling praktis sesuai skema integrasi yang tersedia," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Cris Kuntadi dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Upaya integrasi ini merupakan bagian dari penguatan layanan pasar kerja nasional melalui Karirhub.
Kerja sama dijalankan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan job portal mitra dan mulai dirintis sejak Agustus 2025 oleh Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli.
Kemnaker menggandeng total delapan job portal swasta untuk dintegrasikan. Hingga saat ini, empat job portal telah terhubung dan dapat diakses resmi di Karirhub, yakni HiredToday, Toploker, Redy, dan Glints.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949345/original/036688600_1726886704-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)



