AS dan Kuba Mulai Pembicaraan Strategis di Tengah Ketegangan, Trump Tegaskan Kuba Jadi Target Berikutnya Setelah Iran

7 hours ago 2

FAJAR.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menyatakan bahwa Kuba akan menjadi target berikutnya setelah operasi militer besar-besaran yang dilancarkan AS terhadap Iran.

Pernyataan ini disampaikan Trump saat berada di atas Air Force One, mengisyaratkan pergerakan strategis AS yang kini mulai membuka pembicaraan dengan Kuba.

Trump Tegaskan Fokus Setelah Iran Adalah Kuba

"Kuba adalah negara yang gagal. Kuba juga ingin membuat kesepakatan dan saya pikir dalam waktu dekat kami akan segera membuat kesepakatan atau melakukan apa pun yang perlu dilakukan," kata Trump menegaskan.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap warga Kuba yang mengalami pengusiran dan kekerasan, "Kami memiliki banyak orang hebat dari Kuba yang secara kejam diusir dari negara itu, bahkan keluarganya dibunuh."

Lebih lanjut, Trump menyampaikan bahwa AS masih fokus menyelesaikan urusan dengan Iran terlebih dahulu sebelum beralih ke Kuba. "Kami sedang berbicara dengan Kuba, tetapi kami akan menyelesaikan Iran sebelum Kuba. Orang-orang sudah menunggu 50 tahun untuk mendengar cerita ini," jelasnya.

Trump menambahkan, "Ketika saya meninggalkan Palm Beach hari ini, ada ribuan orang di jalan, mereka dari Kuba dan Venezuela, semuanya ramah, melambaikan bendera Kuba dan bendera Amerika. Mereka sudah menunggu 50 tahun untuk apa yang terjadi dengan Kuba. Jadi saya pikir sesuatu akan terjadi dengan Kuba cukup cepat."

Kuba Respon Positif dengan Membuka Dialog

Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengumumkan pada Jumat (13/3) bahwa negaranya membuka pembicaraan dengan AS di tengah krisis ekonomi yang parah akibat blokade minyak. "Pembicaraan ini ditujukan untuk mencari solusi melalui dialog atas perbedaan bilateral yang ada antara kedua negara," katanya melalui media resmi.

Read Entire Article
Relationship |