Masyarakat Terlanjur Panic Buying Padahal BBM Gak Naik, Bukti Buruknya Komunikasi Publik Pemerintah?

5 hours ago 3
Ilustrasi pengisian BBM

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pemerintah mengumumkan tak ada kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April 2026. Namun antrean menumpuk di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat panic buying.

Misalnya di Makassar, pada Selasa, 31 Maret 2026, SPBU di persimpangan Jalan Rappocini Raya-Jalan Pettarani terpantau padat. Pengendara anatre hingga ke badan jalan.

Hal tersebut menyebabkan terjadi kemacetan di Jalan Rappocini Raya dan Jalan Pettarani. Tak hanya di satu SPBU, di SPBU depan Pintu II Universitas Hasanuddin (Unhas), menunjukkan hal serupa.

Kondisi ini ternyata tak hanya terjadi di Makassar. Di Jakarta juga demikian.

“Ini beneran ga naik kan bbm? kenapa antrian semua pom bensin yg gw temui sepanjang sudirman ke bintaro rame ya?” tulis Pegiat Media Sosial Stela Nau di X.

Cuitan itu menuai atensi dari warganet. Komunikasi publik pemerintah disorot.

“Buruk yah komunikasi publik pemerintah. Rakyat dah keburu panik sementara gak ada suara apapun terkait rumor kenaikan yang beredar lengkap dengan harganya,” kata Gumanti.

“Atau kemarin memang cek ombak,” tambahnya.

BBM Tak Jadi Naik

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi memastikan bahwa hingga saat ini Pertamina belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.

Isu kenaikan BBM sebelumnya ramai beredar di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, terutama terkait pasokan energi. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik dalam beberapa hari terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Prasetyo menegaskan bahwa setiap kebijakan strategis, termasuk soal harga BBM, selalu mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengutamakan kepentingan masyarakat.

Read Entire Article
Relationship |