Benarkan Soal Potensi Kenaikan Harga BBM, Ini Penjelasan Bahlil

9 hours ago 4

FAJAR.CO.ID,JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi komentar soal isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Soal potensi kenaikan ini, Bahlil bersuara terkait BBM ditengah lonjakan harga minyak dunia yang kini tembus US$ 115 per barel.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang, Senin kemarin.

Untuk perubahan harga BBM sendiri biasanya terjadi pada awal bulan atau yang seperti dirumorkan pada 1 April 2026 mendatang.

Respon Bahlil

Soal adanya potensi kenaikan harga BBM, Bahlil Lahadalia membenarkan hal tersebut. Namun, menurutnya yang berpotensi naik adalah BBM Non-Subsidi.

BBM Non-Subsidi yang berpotensi naik ini adalah BBM yang khususnya digunakan oleh kalangan mampu.

"Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," ujar Bahlil, ditulis Selasa (31/3).

Diantaranya ada BBM kategori seperti, bensin dengan RON tinggi-misalnya RON 95 dan RON 98-secara otomatis mengikuti mekanisme pasar.

Jenis-jenis BBM seperti inilah yang disebutnya kemungkinan besar akan naik harganya.

"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, RON 98 itu kan orang-orang yang mampu lah," jelasnya.

Bukan beban Negara

Bahlil mengatakan untuk penggunan BBM Non-Subsidi ini penggunanya tidak menjadi beban negara karena mampu membayar sesuai harga pasar.

Read Entire Article
Relationship |