Konflik Iran vs Israel Jadi Krisis Global, Erdogan: Jaringan Kekerasan yang Dipimpin Netanyahu Harus Dihentikan

8 hours ago 5
Netanyahu & Erdogan

FAJAR.CO.ID, TURKI -- Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memperingatkan bahwa konflik yang dipicu oleh Iran kini telah berkembang menjadi krisis global yang berdampak pada seluruh umat manusia.

Dia menegaskan bahwa perang yang terjadi bukan hanya masalah regional, melainkan membawa konsekuensi bagi delapan miliar orang di seluruh dunia.

"Meski ini adalah perang Israel, seluruh dunia yang harus membayar harganya. Ini adalah perang Netanyahu untuk kelangsungan politiknya, namun delapan miliar manusia yang menanggung akibatnya," kata Erdogan dalam pernyataan video yang dibagikan oleh Turkish Presidency pada Selasa (24/3/2026).

Seruan Erdogan untuk Hentikan Kekerasan dan Jaga Perdamaian

Presiden Turki juga menegaskan bahwa jaringan kekerasan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus segera dihentikan demi perdamaian kawasan dan kemanusiaan. Ia mendesak setiap negara untuk mengambil sikap yang berani dan proaktif dalam menghadapi konflik ini.

"Jaringan kekerasan yang dipimpin Netanyahu harus segera dihentikan, demi perdamaian kawasan dan kemanusiaan. Setiap negara harus mengambil sikap yang berani dan proaktif," jelasnya.

Upaya Persatuan dan Menolak Kebencian

Erdogan turut mengajak untuk menolak eskalasi konflik yang berbasis kebencian dan permusuhan. Ia menegaskan bahwa Turki tidak akan menyerah pada bahasa kekerasan, melainkan akan menjunjung tinggi cinta, perdamaian, dan persaudaraan antar kelompok.

"Kami tidak akan menyerah pada bahasa kekerasan, kebencian, dan permusuhan, melainkan menjunjung cinta, perdamaian, dan persaudaraan," bebernya.

Selain itu, Erdogan menegaskan bahwa Turki akan tetap berhati-hati dan tidak terjebak dalam konflik yang lebih luas, mengelola proses ini dengan kehati-hatian dan ketenangan tanpa kehilangan prinsip persaudaraan dan hubungan bertetangga yang baik.

Read Entire Article
Relationship |