Sekolah Daring Demi Hemat BBM Dibatalkan, Herwin Sudikta: Komunikasi Publik Pemerintah Amburadul

5 hours ago 1
Ilustrasi pembelajaran daring

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah dianggap seperti trial error setelah pembatalan wacana sekolah daring sebagai bagian dari efisiensi bahan bakar minyak (BBM).

Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, menyebut bahwa langkah tersebut menunjukkan komunikasi publik pemerintah yang tidak matang sejak awal.

Menurutnya, rencana sekolah daring seharusnya dikaji secara komprehensif sebelum disampaikan ke publik.

Ia menilai kebijakan yang dilempar tanpa perhitungan justru menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Komunikasi Publik Amburadul

Dikatakan Herwin, pembatalan wacana tersebut memperlihatkan lemahnya komunikasi publik pemerintah.

Ia menegaskan bahwa kebijakan diumumkan terlebih dahulu, namun kemudian ditarik setelah muncul reaksi masyarakat.

"Sekali lagi pemerintah mempertontonkan betapa amburadulnya komunikasi publik mereka," ujar Herwin kepada fajar.co.id, Kamis (26/3/2026).

Lanjut dia, rencana sekolah online demi efisiensi BBM dilempar ke publik tanpa kalkulasi matang.

"Begitu kena gelombang protes, langsung mundur pelan-pelan," sesalnya.

Program MBG Tetap Jalan

Herwin juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap berjalan tanpa perubahan, meskipun logika efisiensi BBM menjadi alasan munculnya wacana sekolah daring.

"Lucunya?Program MBG tetap jalan seolah gak ada masalah, padahal logikanya aja udah tabrakan," tukasnya.

Kata Herwin, persoalan tersebut bukan hanya soal pembatalan kebijakan, tetapi juga mencerminkan cara berpikir dalam merumuskan kebijakan publik.

Herwin menegaskan kebijakan publik seharusnya melalui kajian matang sebelum diumumkan ke masyarakat.

Read Entire Article
Relationship |