Sebut Prabowo Tidak Bisa Diharapkan, Tokoh Muda NU: Dia Bagian dari Sistem yang Bobrok Ini

3 hours ago 1
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Roy Murtadho

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Roy Murtadho, mengkritik kondisi sistem pendidikan dan sosial di Indonesia menyusul meninggalnya YBS (10).

Seperti diketahui, YBS merupakan murid kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga menghabisi nyawanya karena tidak sanggup membeli buku dan pulpen dengan kekurangan biaya kurang dari Rp10 ribu.

Presiden Prabowo Subianto Tidak Bisa Diharapkan

Dikatakan Roy, tragedi tersebut merupakan bukti nyata kerusakan struktural yang masih mengakar kuat di Indonesia.

“Presiden (Prabowo) tidak bisa diharapkan, karena ia bagian inti dari sistem yang bobrok ini. Kerusakan struktural di Indonesia melekat dengannya,” ujar Roy dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X (4/2/2026).

Fokus Prabowo sejauh ini hanya pada program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Adapun kebutuhan pelajar lainnya, khususnya yang kurang mampu, terkadang tidak tersentuh. YBS menjadi contoh telak.

Peristiwa Serupa Berpotensi Berulang

Ia menyebut, selama sistem yang ada tidak dibenahi secara mendasar, tragedi serupa berpotensi terus berulang, khususnya menimpa kelompok masyarakat kecil dan rentan.

“Kita memang tidak punya harapan selain penyatuan gerakan kelas pekerja lintas sektor,” lanjutnya.

Roy juga mendorong perubahan arah kebijakan negara menuju konsep negara kesejahteraan yang berpihak pada rakyat kecil.

“Wujudkan negara kesejahteraan dengan program redistribusi sumber daya," tandasnya.

Anak Gen Alpha Minim Support System

Pengamat Perlindungan Perempuan dan Anak, Dra. Sandra Liza, menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar soal kemiskinan, melainkan akumulasi persoalan mental yang tidak terdeteksi dan tidak tertangani.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |