Polemik Motor Listrik SPPG, Said Didu Minta Prabowo Selidiki Rekam Jejak Bos BGN

7 hours ago 7
Kepala BGN, Dadan Hindayana

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengadaan motor listrik seharga Rp42 juta yang diperuntukkan kepada Kepala SPPG, terus menjadi perbincangan publik dalam beberapa waktu terakhir.

Teranyar, Aktivis Sosial, Muhammad Said Didu, merasa bahwa Presiden Prabowo Subianto mesti melakukan penyelidikan terhadap anak buahnya.

Anak buah yang dimaksud mantan Sekretaris BUMN itu, bos alias Kepala BGN, Dadan Hindayana dan wakilnya.

Seperti diketahui, terdapat tiga Wakil Kepala BGN yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.

Masing-masing di antara mereka adalah, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya (Bidang Operasional Pemenuhan Gizi), Nanik S. Deyang (Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi), dan Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung (Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan).

"Saran ke Presiden Prabowo agar meneliti rekam jejak orang ini dan wakilnya," ucap Said Didu dikutip fajar.co.id, Kamis (9/4/2026).

Pegiat Medsos, Ferry Koto, menyebut kebijakan tersebut sebenarnya bisa saja memiliki tujuan baik. Namun, pelaksanaan dan tata kelola yang tidak tepat justru membuat program terlihat bermasalah.

"Ndak peka. Program baik, jadi terlihat buruk bukan hanya design kebijakan dan tata kelola buruk," ujar Ferry dikutip fajar.co.id, Kamis (9/4/2026).

Singgung Kompetensi Pimpinan

Ferry berujar bahwa keputusan yang diambil menunjukkan kurangnya kepekaan dan kompetensi dalam membaca situasi.

"Tapi karena dipimpin orang yg tidak kompeten, ndak peka," tukasnya.

Ferry bahkan mengaku khawatir kebijakan pengadaan motor listrik itu berpotensi membuka ruang kepentingan tertentu.

Read Entire Article
Relationship |