HRW Sebut Serangan Israel Tewaskn 300 Orang di Lebanon, Infrastruktur Jembatan Turut Dihancurkan

12 hours ago 1
Jembatan al-Qasmiyeh dekat Tyre—penyeberangan utama terakhir yang menghubungkan daerah selatan Sungai Litani ke seluruh Lebanon turut dihancurkan Israel - AFP

FAJAR.CO.ID, LEBANON -- Lebih dari 100 serangan udara Israel di seluruh Lebanon pada 8 April 2026, termasuk serangan terhadap lingkungan padat penduduk di Beirut, menewaskan lebih dari 300 orang dan merusak jembatan utama yang menghubungkan Lebanon selatan dengan bagian negara lainnya, menurut Human Rights Watch (HRW).

Pemboman tersebut, yang juga melukai lebih dari 1.150 orang menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, digambarkan sebagai agresi paling mematikan sejak 2 Maret.

Kemudian pada 8 April, Angkatan Bersenjata Lebanon mengevakuasi jembatan al-Qasmiyeh dekat Tyre—penyeberangan utama terakhir yang menghubungkan daerah selatan Sungai Litani ke seluruh Lebanon. Jembatan tersebut juga menjadi sasaran serangan Israel bulan lalu, yang mendorong Presiden Lebanon, Joseph Aoun untuk menyebutnya sebagai eskalasi serius dan pelanggaran langsung terhadap kedaulatan nasional.

Menurut HRW, serangan Israel menghancurkan jembatan penyeberangan di dekatnya dan sangat mengganggu jalur akses, dengan jembatan Qasmieh untuk sementara tetap menjadi satu-satunya jalur penghubung yang berfungsi bagi puluhan ribu penduduk di selatan.

Foto dan video yang diverifikasi oleh HRW menunjukkan kerusakan parah pada infrastruktur jembatan, termasuk bagian jembatan penyeberangan yang runtuh ke jalan utama dan membatasi pergerakan.

Organisasi tersebut menyerukan agar sekutu Israel, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan negara-negara Uni Eropa lainnya, harus menangguhkan semua penjualan senjata, transit senjata, dan bantuan militer ke Israel dan menjatuhkan sanksi yang ditargetkan kepada pejabat yang secara kredibel terlibat dalam kejahatan berat yang sedang berlangsung.

Read Entire Article
Relationship |