Kejaksaan Agung Setor Rp11,4 Triliun Hasil Satgas PKH, ART Singgung Ketebalan Kumis Jaksa Agung

8 hours ago 4
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang senilai Rp 11,4 triliun yang merupakan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (10/4).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Abdul Rachman Thaha, Sekretaris Jenderal Laskar Merah Putih (LMP), memberikan apresiasi terhadap kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang baru saja menyetorkan dana sebesar Rp11,4 triliun ke kas negara.

Nominal fantastis sebesar Rp11.420.104.815.858,00 tersebut diserahkan secara simbolis oleh Jaksa Agung, ST Burhanuddin selaku Wakil Ketua I Pengarah Satgas PKH kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Acara penyerahan berlangsung di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, pada Jumat (10/4/2026) dan disaksikan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Prestasi Kejagung sungguh luar biasa, namun mereka tetap harus bekerja keras, bahkan lebih giat lagi, agar tidak tertinggal oleh KPK," ujar Abdul Rachman yang akrab disapa ART.

Menurutnya, tantangan utama pemberantasan korupsi terletak pada sifatnya yang sistemik. Ia menegaskan bahwa kerja besar ini tidak boleh berhenti di Kejagung. "Prosesnya membutuhkan keterlibatan berbagai lembaga lain untuk menjawab pertanyaan: setelah Rp11 triliun diselamatkan, lalu apa? Di sinilah letak kekhawatiran saya, apakah lembaga lain mampu mengimbangi kerja Kejagung?" tuturnya.

Ia mencontohkan Mahkamah Agung. Berdasarkan catatan ICW, rata-rata vonis hakim untuk pelaku tindak pidana korupsi berkisar antara 3 hingga 4 tahun. ART mempertanyakan, setelah penyelamatan Rp11,4 triliun, akankah hukuman bagi para koruptor menjadi lebih berat? "Seharusnya begitu," tegasnya.

Selain itu, ART juga menyoroti pemanfaatan kawasan hutan yang telah diselamatkan. "Jika dibiarkan begitu saja tanpa produktivitas, itu sangat disayangkan. Lebih parah lagi jika diam-diam dikuasai secara ilegal oleh penjahat seperti Samin Tan, maka bencana ekologis akan semakin dekat," ungkapnya.

Read Entire Article
Relationship |