Hashim Djojohadikusumo Sebut Ada Upaya Kudeta Presiden, Efriza Maknai dari Dua Sudut Pandang

10 hours ago 5
Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Efriza, peneliti senior dari Citra Institute, menilai bahwa pernyataan Hashim Djojohadikusumo mengenai adanya upaya kudeta terhadap presiden harus disikapi secara cermat dan tidak terburu-buru.

Menurutnya, pernyataan semacam itu dapat dimaknai dari dua sudut pandang: bisa berupa peringatan dini terhadap potensi ancaman politik, atau bisa juga merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat soliditas internal kekuasaan.

"Kita harus bijak dalam membaca pernyataan Hashim. Jika dianggap sebagai sinyal bahaya politik, itu sah-sah saja. Karena negara kita memiliki lembaga intelijen, sehingga kemungkinan informasi tersebut benar tetap masuk akal," ujar Efriza seperti dikutip dari JPNN.com, Jumat (10/4).

Namun, Efriza juga menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan narasi ini muncul sebagai bagian dari upaya konsolidasi kekuasaan. Tujuannya agar seluruh pendukung Presiden Prabowo tetap bersatu dan waspada terhadap berbagai potensi ancaman politik.

"Di sisi lain, pernyataan Hashim bisa juga dibaca sebagai langkah konsolidasi, supaya barisan pendukung Presiden Prabowo tetap solid," imbuhnya.

Lebih lanjut, Efriza mengingatkan bahwa tanpa adanya transparansi dan bukti yang kuat, pernyataan seperti ini justru berisiko memicu keresahan di tengah masyarakat. "Jika tidak diikuti dengan klarifikasi yang terukur, yang muncul hanyalah spekulasi liar yang tidak sehat bagi stabilitas nasional," tegasnya.

Isu kudeta ini tampaknya menjadi bagian dari dinamika politik yang memanas setelah pernyataan Saiful Mujani viral beberapa waktu lalu. "Kritik dari Mujani dinilai sebagian pihak bernada tendensius dan seolah-olah memiliki maksud untuk melemahkan posisi Presiden Prabowo," jelas Efriza.

Read Entire Article
Relationship |