Dari Batik Lawas hingga Trinkets Gemas, Flea Market IDD PIK 2 Jadi Surga Kolektor Urban

7 hours ago 5
Flea Market IDD PIK 2

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah tren thrifting dan berburu barang unik yang kian digemari, Flea Market di Indonesia Design District (IDD) PIK 2 tampil sebagai destinasi yang menjawab kebutuhan para kolektor urban.

Bukan hanya soal barang, tetapi juga pengalaman menemukan sesuatu yang “punya cerita”.

Konsep curated market yang diusung membuat setiap tenant terasa selektif. Tidak ada kesan pasar yang acak. Sebaliknya, pengunjung justru seperti masuk ke ruang pamer yang hidup, di mana setiap produk memiliki nilai estetika sekaligus historis.

Hal ini pula yang dirasakan oleh Cindy Gani saat mengunjungi lokasi tersebut. Ia datang tanpa ekspektasi tinggi, namun justru menemukan banyak hal menarik.

“Pecinta barang-barang unik dan vintage, fix bisa kalap kalau ke sini. Aku baru tahu ternyata di PIK ada flea market yang jual berbagai koleksi antik, vintage, sampai curated local handcraft,” ujarnya.

Menurut Cindy, daya tarik utama flea market ini ada pada detail di setiap tenant. Ia menyebut, hampir semua booth terasa “mengundang” untuk disinggahi.

“Setiap tenant tuh menarik buat didatengin,” kata dia.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah tenant yang menjual berbagai koleksi trinkets dan mainan unik. Bentuknya beragam, mulai dari karakter lucu hingga koleksi langka yang sulit ditemukan di tempat lain.

“Ada juga tenant yang jual mainan koleksi, trinkets-nya lucu-lucu banget, bikin pengen dibawa pulang,” ujarnya.

Tak hanya itu, Flea Market IDD juga menghadirkan sisi heritage lewat koleksi batik lawas dari berbagai daerah di Indonesia. Cindy bahkan menemukan batik Cirebon dengan proses pengerjaan yang memakan waktu sangat panjang.

Read Entire Article
Relationship |