Herwin Sudikta: Afrika Berani Tolak AS demi Jaga Data Pribadi Warga, Indonesia?

6 hours ago 1
Pegiat media sosial, Herwin Sudikta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, angkat topi terhadap sikap sejumlah negara Afrika yang berani menunda kerja sama dengan Amerika Serikat demi melindungi data pribadi warganya.

Ia melihat bahwa langkah tersebut sebagai bentuk nyata kedaulatan negara, sekaligus menyindir kondisi Indonesia saat ini.

Dikatakan Herwin, keputusan negara-negara Afrika itu menunjukkan keberanian dalam menempatkan kepentingan rakyat di atas kerja sama internasional.

Sikap Berani Negara Afrika

Menurut Herwin, negara-negara seperti Zambia, Kenya, hingga Zimbabwe berani mengambil sikap tegas terhadap Amerika Serikat dalam kerja sama sektor kesehatan.

"Ini baru namanya negara berdaulat," ujar Herwin kepada fajar.co.id, Selasa (24/3/2026).

Ia menekankan bahwa keberanian tersebut bukan sekadar retorika politik, tetapi keputusan nyata untuk melindungi rakyat.

"Zambia, Kenya, Zimbabwe berani nunda kerja sama kesehatan sama AS cuma gara-gara satu hal, perlindungan data warga," imbuhnya.

Kedaulatan Bukan Sekadar Slogan

Herwin menegaskan bahwa kedaulatan negara seharusnya diwujudkan melalui kebijakan konkret, terutama ketika menyangkut kepentingan publik. "Kedaulatan itu bukan slogan," tegasnya.

Ia pun menambahkan bahwa keputusan sulit harus diambil ketika kepentingan masyarakat menjadi taruhan.

"Tapi keputusan berani saat kepentingan rakyat dipertaruhkan," kuncinya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, yang masih dijabat Hasan Nasbi, meluruskan kabar yang beredar terkait pengelolaan data pribadi warga Indonesia oleh Amerika Serikat usai adanya kesepakatan tarif resiprokal antara kedua negara.

Read Entire Article
Relationship |