3 Pertengkaran Pasangan yang Umum Terjadi Ini Ternyata Punya Makna Mendalam

13 hours ago 4

Fimela.com, Jakarta - Setiap pasangan pasti pernah mengalami pertengkaran dalam hubungan mereka. Hidup bersama atau menghabiskan banyak waktu dengan orang terkasih tentu akan menimbulkan ketegangan serta perbedaan pendapat yang tak terhindarkan. Meskipun topik pertengkaran bisa sangat bervariasi, ada beberapa konflik umum yang sering dialami pasangan, dan seringkali, akar masalahnya bukan tentang hal sepele yang terlihat di permukaan.

Penelitian dari Gottman Institute mengungkapkan bahwa sebagian besar konflik dalam hubungan, yaitu 69%, adalah 'masalah abadi'. Konflik ini terus muncul kembali karena berakar pada kebutuhan yang lebih dalam yang tidak terpenuhi dan tidak pernah benar-benar hilang. Oleh karena itu, ketika Sahabat Fimela dan pasangan bertengkar tentang piring kotor untuk ketiga kalinya dalam seminggu, penting untuk bertanya apa sebenarnya yang diwakili oleh piring kotor itu.

Memahami bahwa masalah di permukaan seperti piring kotor, pilihan makan, atau keuangan hanyalah gejala dari isu-isu yang lebih besar adalah langkah awal. Isu-isu ini bisa berupa kebutuhan akan pengakuan, rasa hormat, kepercayaan, atau kerja sama tim. Dengan menggali lebih dalam dan mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi, pasangan dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan harmonis.

Pertengkaran tentang "Mau Makan di Mana?"

Pertengkaran mengenai pilihan tempat makan merupakan salah satu konflik yang paling umum di antara pasangan. Hal ini bisa menjadi argumen rutin jika kedua belah pihak merasa kesulitan untuk membuat keputusan bersama. Atau, jika salah satu pasangan tidak menyukai pilihan yang lain, yang pada akhirnya dapat memicu lebih banyak pertengkaran.

Masalah mendasar di balik pertengkaran ini seringkali adalah decision fatigue atau kelelahan dalam mengambil keputusan. Setelah seharian penuh dengan beban mental dan harus membuat banyak pilihan, kapasitas otak untuk membuat keputusan menjadi berkurang. Akibatnya, pada saat makan malam tiba, bahkan pertanyaan sederhana tentang makanan bisa berubah menjadi pertengkaran besar.

Decision fatigue adalah kondisi ketika seseorang mengalami penurunan kemampuan membuat keputusan yang baik dan rasional setelah membuat banyak keputusan dalam waktu tertentu. Ini berarti semakin banyak keputusan yang harus diambil, semakin besar kemungkinan seseorang membuat keputusan buruk atau impulsif. Untuk mengatasinya, penting untuk memprioritaskan keputusan, menggunakan rutinitas, beristirahat, dan kadang-kadang meminta bantuan orang lain.

Pertengkaran tentang Keuangan

Seiring berjalannya waktu dalam suatu hubungan, banyak pasangan cenderung berbagi biaya keuangan dan mengelola pemasukan bersama. Namun, pertengkaran tentang uang jarang sekali hanya tentang uang itu sendiri.

Terapis pernikahan dan keluarga, Lianne Avila, menjelaskan bahwa pertengkaran uang lebih sering berkaitan dengan kepercayaan, prioritas, dan apakah kedua pasangan merasa bahwa mereka benar-benar berada dalam tim yang sama. Oleh karena itu, melakukan percakapan jujur tentang tujuan keuangan sejak awal dapat menyelamatkan banyak masalah di kemudian hari.

Mengelola keuangan bersama membutuhkan transparansi dan kesepakatan. Jika satu pihak merasa tidak memiliki kontrol atau tidak dilibatkan dalam keputusan finansial, hal ini dapat menimbulkan ketidakpuasan. Ini bisa menjadi fondasi bagi bentuk kekerasan lain, seperti kekerasan emosional.

Pertengkaran tentang Pekerjaan Rumah Tangga (Termasuk Piring Kotor)

Argumen mengenai pekerjaan rumah tangga, seperti piring kotor, adalah hal yang sangat umum terjadi di antara pasangan. Namun, seperti yang disiratkan oleh judul artikel ini, masalahnya jarang sekali hanya tentang piring kotor itu sendiri.

Terapis pasangan Frances Patton menunjukkan bahwa argumen tentang pekerjaan rumah tangga jarang sekali benar-benar tentang pekerjaan rumah tangga itu sendiri. Sebaliknya, apa yang sebenarnya diinginkan sebagian besar pasangan pada saat itu adalah merasa bahwa orang lain melihat mereka, peduli pada mereka, dan bersedia hadir untuk mereka.

Ketika satu pasangan berulang kali meninggalkan cucian piring, hal itu dapat terasa seperti pesan, "Saya tidak menghargai waktu Anda," atau "Saya berharap Anda membersihkan setelah saya," atau "Kebutuhan Anda tidak sepenting kebutuhan saya." Meskipun mungkin bukan itu niatnya, seringkali begitulah yang dirasakan. Ketika pesan itu didengar hari demi hari, kebencian mulai muncul dan mengikis keharmonisan hubungan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Relationship |